• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

Rob Air Laut Sebabkan Pel. Tanjung Emas Stop Operasi, Kerugian Belum Diketahui.

Rob Air Laut Sebabkan Pel. Tanjung Emas Stop Operasi, Kerugian Belum Diketahui.

JAKARTA - Tanggul penahan air laut jebol yang mengakibatkan banjir di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah. Akibatnya, aktivitas pelayaran dihentikan sementara karena pelayanan pelabuhan yang lumpuh.

Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas, M. Tohir mengungkapkan bahwa pada hari Senin tanggal 23 Mei 2022 pukul 14.00 s.d 16.00 WIB tanggul penahan air laut di Kawasan Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang jebol yang mengakibatkan aktivitas pelayaran di pelabuhan tersebut dihentikan sementara. "Dengan jebolnya penahan air laut seluruh aktifitas karyawan /karyawati dipulangkan dari instansi maupun perusahaan, untuk mengantisipasi dampak banjir air laut yang masuk di kawasan pelabuhan Tanjung Emas Semarang," ujarnya seperti ditulis website Kemenhub.

Adapun penyebab tanggul jebol diakibatkan rob yang besar sehingga tanggul penahan air laut di kawasan Lamicitra tidak mampu menahan air laut yang cukup besar tersebut sehingga jebol.

Hampir 75% wilayah Pelabuhan Tanjung Emas terendam air laut. Titik lokasi tersebut mulai Jalan Yos Sudarso (depan KSOP Tanjung Emas), Dermaga Pelabuhan Rakyat, Dermaga Nusantara, Jalan Coaster, Jalan Deli dan Kawasan Lamicitra.

Banjir juga mengakibatkan akses masuk Pelabuhan Tanjung Emas terjadi kemacetan yang parah. Kegiatan kepelabuhanan untuk sementara dihentikan. Termasuk kegiatan Kapal Penumpang dan bongkar muat Petikemas di Dermaga TPKS.

Di dermaga terminal penumpang yang tak luput dari banjir, sementara penumpang tujuan Pelabuhan Kumai dengan KM Dharma Rucitra 9, diarahkan menuju lantai 2. Untuk kegiatan di TPKS juga dihentikan karena beberapa panel listrik dari PLN terendam banjir. Saat ini dua kapal kontainer yang sandar di dermaga TPKS tidak melakukan kegiatan.

"Peringatan banjir rob dan gelombang tinggi ini telah dikeluarkan oleh BMKG Maritim Semarang. Peringatan berlaku untuk tanggal 23 dan 24 Mei. Kami terus berkoordinasi dengan Stakeholders di Pelabuhan Tanjung Emas agar kegiatan bongkar muat terus berjalan dengan memperhatikan situasi dari banjir rob ini," tutupnya.

Hingga kamis, 26 Mei 2022, banjir rob sudah memasuki hari keempat. Kondisi ini diperparah dengan turunnya hujan lebat yang terjadi sejak Kamis (26/05/2022) pagi.

www.kompas.com menulis, dari pantauan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, ketinggian air di halaman parkir pelabuhan masih mencapai 40 hingga 70 centimeter. Sementara itu, ketinggian air pada akses jalan menuju pelabuhan masih berkisar antara 50 centimeter hingga satu meter.

Namun, jika dibandingkan dengan kondisi Rabu (25/05/2022) kemarin, ketinggian air sudah mulai menurun. Lantai dasar pelabuhan yang sempat terendam air hingga 80 centimeter kini telah mengering.

Meski demikian, aktivitas di wilayah pelabuhan masih lumpuh dan sepi, hanya terlihat beberapa penumpang yang masih menunggu kedatangan kapal.

"Ya kurang menyenangkan, cuma ini kan sudah kondisi alam bukan kesalahan pihak siapa pun. Ya kurang enak saja tidak bisa istirahat," ujar Mustaqim, penumpang kapal.

Kondisi banjir rob yang mulai surut sempat dikuatirkan warga, karena sejak Kamis pagi hujan lebat turun di sejumlah wilayah termasuk yang terjadi di kawasan pelabuhan.

 

Kerugian

Hingga berita ini dibuat, PT Pelabuhan Indonesia (persero) atau Pelindo berfokus untuk memulihkan kinerja operasi di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang sembari mengkalkulasi kerugian yang timbul akibat peristiwa banjir rob.

Ditulis www.cnnindonesia.com General Manager TPK Semarang I Nyoman Sudhiarta menjelaskan hingga kini belum dapat memastikan nilai kerugian akibat jebolnya tanggul di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas. Saat ini, perseroan tengah fokus untuk mengatasi terjangan banjir rob untuk selanjutnya memulihkan kinerja operasional.

Menurutnya, penghitungan kerugian akan dilakukan setelah situasi kondusif bersama dengan para pihak yang terdampak. “Penghitungan kerugian akan dilakukan setelah kondusif bersama dengan para pihak yang terdampak,” kata Nyoman, Rabu (25/3/2022).

Sebelumnya, TPK Semarang memberikan perhatian khusus agar kerugian operasi akibat banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas agar tidak semakin membesar. I Nyoman Sudhiarta menjelaskan tingginya air pasang di Pelabuhan Tanjung Emas berdampak pada operasional TPK Semarang yang dioperasikan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP. Oleh karena itu, Pelindo terpaksa menghentikan sementara operasional TPK Semarang mengingat jalan akses ke dalam terminal tergenang oleh banjir.

Selain itu, peralatan bongkar muat yang dioperasikan oleh terminal menggunakan tenaga listrik sehingga penghentian operasional juga karena alasan keselamatan. Beberapa lokasi di dalam TPK Semarang yang terdampak adalah lapangan penumpukan peti kemas ekspor yang berada di pinggir dermaga dan juga area konsolidasi [container freight station].

Setidaknya terdapat 500 peti kemas berukuran 40 kaki baik ekspor maupun impor yang terdampak langsung genangan air pasang,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (24/5/2022).  Adapun TPK Semarang akan kembali beroperasi setelah keadaan memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan baik dari sisi operasional maupun keselamatan dan kesehatan kerja.

Pihaknya terus berupaya untuk meminimalkan jumlah peti kemas yang terdampak dengan cara memindahkan peti kemas ke area yang lebih tinggi atau memasang beton untuk menahan laju air menuju peti kemas. TPK Semarang juga secara aktif menginformasikan mengenai perkembangan kejadian ini kepada asosiasi terkait seperti INSA, ALFI, GPEI dan GINSI,” ungkapnya. 

  • By admin
  • 07 Jun 2022
  • 28
  • INSA