• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

Proyek IKN Nusantara Akan Meningkatkan Kebutuhan Armada Kapal

Proyek IKN Nusantara Akan Meningkatkan Kebutuhan Armada Kapal

JAKARTA—Indonesian National Shipowners’ Association menilai proyek strategis nasional Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan memberikan dampak terhadap meningkatnya kebutuhan angkutan logistik melalui laut.

Sekretaris Umum Indonesian National Shipowners’ Association  Teddy Yusaldi mengatakan berbagai jenis material untuk mendukung pembangunan IKN Nusantara akan membutuhkan sarana transportasi laut yang tidak sedikit jumlahnya.

Meskipun belum ada data resmi berapa jumlah armada kapal yang akan dibutuhkan serta jenisnya, akan tetapi, kapal-kapal seperti jenis tug and barge akan sangat dibutuhkan untuk mengangkut material pembangunan IKN Nusantara.

Dia mengajak seluruh perusahaan pelayaran nasional untuk bahu membahu memenuhi kebutuhan armada dalam rangka pembangunan IKN Nusantara. “Para anggota Indonesian  National Shipowners’ Association harus bisa memanfaatkan peluang ini,” katanya.

Sementara itu, material pembangunan IKN Nusantara yang diangkut melalui laut membuat Kementerian Perhubungan akan menambah alur pelayaran di Teluk Balikpapan.

Berdasarkan perencanaan yang disusun Distrik Navigasi Kelas I Samarinda, alur baru tersebut bernama alur Mentawir. Kepala Distrik Navigasi Kelas I Samarinda Wismantono mengatakan, survei alur Mentawir direncanakan dilakukan Maret atau April mendatang.

Sebelumnya, pihaknya berencana menuntaskan alur pelayaran Bontang, namun batal dilakukan. “Untuk dukungan IKN kita alihkan ke sana (alur Mentawir). Kurang lebih sekitar Maret atau April sudah kita lakukan. Tapi itu tinggal sedikit lagi,” jelasnya.

Lanjut dia, tahun ini Distrik Navigasi Kelas I Samarinda juga akan menambah titik koordinat Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran atau SBNP. Terdapat tujuh titik koordinat di Teluk Balikpapan yang akan dipasangi SBNP. “Kita sudah memasang pada empat titik. Tinggal tiga titik lagi, untuk penambahannya. Titik lokasinya di sepanjang alur utama Teluk Balikpapan. Itu sebagai penanda, kapal-kapal yang akan masuk untuk menyuplai logistik IKN Nusantara,” terang pria yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Kepegawaian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub ini.

Menurut dia, penambahan titik koordinat SBNP untuk membantu nakhoda kapal ketika mengangkut kebutuhan material pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Dia menerangkan, ada 11 pelabuhan di sepanjang Teluk Balikpapan. Yakni, Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kampung Baru, Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Pelabuhan Kuala Samboja, dan enam pelabuhan atau terminal khusus (tersus). Yaitu, pelabuhan yang dikelola PT Penajam Banua Taka, PT Intipratama Bandar Kariangau, PT Lestari Samudera Sakti, PT Indika Logistic dan Support Service, PT ITCI Kartika Utama, dan PT ITCI Hutani Manunggal.

“Tapi yang utama itu ada dua, di Samboja (Pelabuhan Kuala Samboja) dan di Sepaku (PT ITCI Kartika Utama dan PT ITCI Hutani Manunggal). Itu titik terdekat dengan IKN,” terang Wismantono. Untuk saat ini, kata dia, kapal yang mengangkut material pembangunan IKN Nusantara bersandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan. Kemudian dari Pelabuhan Semayang, material diangkut menggunakan kapal ponton menuju pelabuhan atau tersus di Kecamatan Sepaku.

“Saat ini logistik untuk pembangunan Jalan Lingkar Sepaku masih melewati Balikpapan. Akan tetapi, nantinya karena suplai logistik untuk IKN satu traffic kemudian frekuensinya semakin besar, jadi perlu kita perhatikan lebih dalam,” ungkapnya.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Junaidi menambahkan, persiapan pembangunan infrastruktur penunjang IKN Nusantara masih terus dilakukan. Salah satunya jalur logistik Simpang Riko di Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), yang saat ini menunggu jadwal penandatanganan kontrak.

Karena memang belum ada dana di DIPA (Daftar Isian Pengisian Anggaran) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, baru mau memasukkannya sehingga pihaknya menunggu DIPA itu saja. “Kalau sudah dimasukkan, kami tinggal bergerak,” katanya.

Pria berkacamata ini melanjutkan, pembangunan jalur logistik Simpang Riko di Kecamatan Penajam akan menjadi infrastruktur utama yang harus dibangun terlebih dahulu disebabkan seluruh logistik material pembangunan IKN Nusantara yang diangkut melalui moda transportasi laut dan pelabuhan menuju IKN Nusantara akan melalui jalur logistik tersebut. “Jadi harus dibangun duluan, untuk mengangkut material,” ungkapnya. (Adj/kaltim.prokal)

  • By admin
  • 16 Mar 2022
  • 415
  • INSA