PERUSAHAAN PELAYARAN NASIONAL PERKUAT KINERJA TAHUN 2026
PERUSAHAAN PELAYARAN NASIONAL PERKUAT KINERJA TAHUN 2026
MEMASUKI triwulan akhir 2026, perusahaan pelayaran nasional terus memperkuat kinerja operasional dan bisnis guna mencapai target yang telah ditetapkan sepanjang tahun.
Berbagai langkah dilakukan, mulai dari mengoptimalkan utilisasi armada, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat layanan kepada pelanggan, hingga menjaga kualitas dan keselamatan pelayaran.
Momentum akhir tahun menjadi periode penting bagi perusahaan untuk memastikan seluruh rencana bisnis dapat terealisasi secara optimal sekaligus memperkuat fondasi kinerja memasuki tahun 2027.
Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri global, pelaku usaha pelayaran tetap optimistis prospek bisnis ke depan akan terus bertumbuh. Kebutuhan transportasi laut, aktivitas perdagangan, distribusi logistik, serta konektivitas antarpulau yang terus berkembang menjadi faktor pendukung pertumbuhan industri.
Sebagai gambaran, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) optimistis bisnis offshore support vessel (OSV) masih memiliki prospek positif hingga akhir 2026.
Kenaikan aktivitas eksplorasi minyak dan gas (migas) lepas pantai serta terbatasnya pasokan kapal global menjadi katalis utama bagi perseroan.
Dikutip dari situs berita Kontan, Investor Relations WINS Pek Swan Layanto mengatakan, prospek pertumbuhan perseroan masih sejalan dengan strategi dan proyeksi bisnis yang telah disiapkan. Salah satu katalis datang dari percepatan Final Investment Decision (FID) sejumlah proyek migas. Menurut Pek, percepatan tersebut tidak terlepas dari kebutuhan berbagai negara untuk memperkuat ketahanan energi, termasuk rencana pengembangan lima Proyek Strategis Nasional (PSN) pada periode 2027–2030.
Di sisi lain, pasokan kapal OSV, khususnya kapal dengan teknologi dynamic positioning (DP), masih terbatas secara global. Kondisi ini merupakan dampak minimnya pembangunan kapal baru sepanjang periode 2015–2022.
"Kombinasi permintaan yang naik dan pasokan yang terbatas ini yang membuat kami meyakini permintaan OSV, khususnya kapal dengan Dynamic Positioning, akan terus meningkat berikut tarif charter-nya," ujar Pek Swan kepada Kontan, Minggu (13/9/2026).
Prospek tersebut juga didukung komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat kegiatan eksplorasi migas, terutama di wilayah lepas pantai. Bagi WINS, peningkatan investasi offshore menjadi peluang karena permintaan terhadap armada perseroan sangat bergantung pada perkembangan investasi di sektor tersebut.
Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, WINS terus mempersiapkan investasi penambahan armada, terutama kapal dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan offshore.
Dari sisi belanja modal, WINS menyiapkan capex lebih dari US$80 juta hingga akhir 2026. Hingga saat ini, realisasi capex telah mencapai sekitar US$70 juta.
Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk. (BBRM) merampungkan serah terima satu unit kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) 80T BP berkapasitas 6.000 BHP yang diberi nama MP Maverick.
Pembelian kapal dari Great Union China Limited ini menelan nilai transaksi sebesar USD 12,1 juta (sekitar Rp214,8 miliar dengan kurs penilai). Sekretaris Perusahaan BBRM, Susanti Novita dalam terbitannya Rabu (30/9/2026) menyampaikan fakta material tersebut dalam laporan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Susanti menyebut, "Pembelian kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) ini dilakukan untuk menambah armada serta meningkatkan pendapatan sewa pada kegiatan operasional di bisnis kapal penunjang lepas pantai."
Berdasarkan laporan penilai independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rengganis, Hamid & Rekan per 28 September 2026, nilai pasar objek kapal tersebut ditaksir mencapai IDR 230.911.000.000 (setara USD 13.006.872 berdasarkan kurs per 18 September 2026).
Nilai transaksi pembelian kapal tersebut setara dengan 31,8% dari total ekuitas perseroan yang tercatat sebesar USD 38 juta per 31 Desember 2024.
Karena pihak penjual (Great Union China Limited) bukan merupakan pihak terafiliasi dan nilainya tidak melebihi ambang batas tertentu, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Dengan pembelian kapal ini, aset Perseroan akan meningkat sebesar USD 12.100.000 dan utang Perseroan akan meningkat sesuai dengan kredit investasi yang diberikan oleh PT Bank IBK sebesar Rp120.000.000.000 (ekuivalensi USD 7.260.000).
"Dengan adanya penambahan kapal, pendapatan Perseroan diharapkan dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan keuangan Perseroan," tambah Susanti. kontan/bcasekuritas
- By admin
- 18 Oct 2026
- 53
- INSA
