• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

Kapal Indonesia Nyaris Jadi Korban Perompakan, INSA Apresiasi KPLP Tanjung Uban, TNI AL & BC

Kapal Indonesia Nyaris Jadi Korban Perompakan, INSA Apresiasi KPLP Tanjung Uban, TNI AL & BC

JAKARTA—Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) mengajak anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaannya dalam rangka mengantisipasi potensi kerawanan kejahatan di atas kapal menyusul adanya kasus perompakan yang nyaris terjadi terhadap kapal berbendera Indonesia.

Kasus tersebut menimpa sebuah kapal SV Winposh Resolve yang  nyaris dibajak perompak di perairan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri, Senin (18/5/2020) malam. Kapal tersebut sedang berlayar dari WP Labuan, Malaysia dengan tujuan Pulau Sambu Indonesia. Saat para perompak hendak melancarkan aksinya, sebagian kru kapal sedang beristirahat.

Para perampok tersebut membawa senjata api dan tajam mendatangi kapal SV Winposh Resolve dan sudah berhasil memanjat dari buritan kapal. Untungnya seorang kru yang sedang jaga melihat aksi kawanan perampok tersebut. Sesaat itu juga, kru tersebut membunyikan alarm kapal sehingga kawanan perompak pun ketakutan dan langsung kabur meninggalkan kapal.

Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Capt Handry Sulfian melalui Humas PLP Tanjunguban Sukatno mengatakan, pihaknya menerima informasi dari Batam VTS dan Kabis KBPP KSOP Tanjungbalai Karimun, Capt Herbet.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, KN Kalimasadha yang saat itu berlabuh di perairan Batu langsung diperintahkan ke lokasi kapal dan melakukan pengawalan bersama KRI Mubara dan BC 20008 hingga kapal SV Winposh Resolve yang sedang ditarik TB. SMS Sangatta selamat sampai ke Pulau Sambu. 

Ketua Umum INSA Sugiman Layanto mengatakan para pemilik kapal perlu mengingatkan kepada seluruh kru kapal yang saat ini sedang beroperasi, terutama yang melewati daerah perairan yang rawan agar selalu waspada dan tidak lengah sedikitpun terhadap kemungkinan-kemungkinan yang berpotensi terjadi.

Sugiman juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia serta aparat yang telah melakukan pengamanan terhadap kapal-kapal yang beroperasi di Indonesia, terutama kepada aparat KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai), TNI Angkatan Laut dan Bea dan Cukai yang turut melakukan pengawalan kapal SV Winposh Resolve hingga sampai ke tujuan dengan selamat.

Menurut Sugiman, upaya perompakan terhadap kapal di perairan Indonesia tersebut bukan yang pertama terjadi sepanjang 2020. Pada bulan Maret 2020,  terjadi aksi perompakan Kapal MV Sam berbendera Liberia di perairan antara timur Pulau Karimun dan Barat Pulau Nipah, atau pada posisi 01.08.558 U – 103.33.096 T, Senin (16/3/2020) yang berhasil digagalkan Gugus  Keamanan Laut Komando Armada I (Guskamla Koarmada I).

Bahkan tiga dari lima anggota perompak kapal tersebut berhasil diringkus oleh TNI Angkatan Laut Republik Indonesia. Mereka merupakan warga Karimun masing-masing berinisial Ju, Wa dan Ca. Dua kapal perang Republik Indonesia, yaitu KRI Siwar dan KRI Halasan dikerahkan dalam penangkapan ini.

Sebagai informasi, menurut catatan Perjanjian Kerjasama Regional untuk Memerangi Pembajakan dan Perampokan Bersenjata Terhadap Kapal di Asia (ReCAAP ISC), hingga akhir tahun 2019, terjadi 31 perompakan terhadap kapal yang tengah melintas di Selat Singapura dan Selat Malaka.

Angka kejadian itu terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan catatan ReCAAP selama tahun 2018 yang hanya tujuh kejadian. Aksi kejahatan di laut itu mengalami kenaikan yang signifikan, yakni lebih dari 400 persen. “Oleh karena itu, para anggota INSA harus selalu meningkatkan kehati-hatian selama mengoperasikan kapal di perairan rawan. Jangan lengah sedikit pun,” kata Sugiman. (*)

  • By admin
  • 20 May 2020
  • 509
  • INSA