• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

Iperindo Gelar Rakernas Penguatan Industri Kapal Nasional

Iperindo Gelar Rakernas Penguatan Industri Kapal Nasional

Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) menggelar Rapat  Kerja Nasional (Rakernas), Rapat Umum Anggota Luar Biasa, dan Dinner dan Seminar Iperindo tahun 2025, di Jakarta pada Rabu-Kamis, 10-11 Desember 2025. Rakernas Iperindo yang mengambil tema ‘Penguatan Industri Kapal Nasional untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Teknologi Kapal Masa Depan” itu dihadiri secara daring oleh Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian R.I, Mahardi Tunggul Wicaksono dan dihadiri jajaran Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Pusat, Dewan Pengurus Daerah dan anggota Iperindo.

Dalam sambutannya, Wicaksono mengatakan, saat ini Iperindo telah menjadi mitra strategis Pemerintah dan berperan penting dalam mendorong kemajuan industri kapal nasional. Dia mengungkapkan, Iperindo memiliki potensi besar dalam meraih market share pembuatan kapal baru lantaran sektor pelayaran niaga, perintis maupun penyeberangan nasional sekarang ini didominasi kapal-kapal berusia lebih dari 20 hingga 25 tahun. “Jadi potensi perusahaan anggota Iperindo dalam mengembangkan dan pembangunan kapal baru, masih cukup besar,” ucap Wicaksono.

Dia juga memaparkan soal tantangan yang tidak sedikit dihadapi industri galangan kapal nasional, yakni mulai dari nilai impor kapal yang masih relatif tinggi, serta akses pembiayaan yang terbatas bagi industri galangan. “Karenanya, kami mengajak seluruh stakeholders bersinergi agar cita-cita kita bersama dalam mengembangkan industri perkapalan nasional tersebut bisa terwujud,” ujar Wicaksono.

Pada kesempatan itu, Direktur IMATAP Kemenperin juga berharap supaya Rakernas Iperindo mampu mendorong daya saing, digitalisasi dan akselerasi pemakaian komponen dalam negeri di galangan kapal.

Peluang dan Tantangan

Sementara itu, Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan industri perkapalan ini bukanlah semakin ringan tetapi semakin besar. Oleh karena itu, Iperindo sebagai wadah perusahaan galangan kapal nasional ini harus solid dan siap menghadapi semua dinamika dan tantangan itu agar berdaya saing baik di lokal maupun global. “Iperindo saat ini memegang peran strategis dalam mendorong kemajuan industri galangan kapal nasional,” tegasnya.

Anita mengungkapkan, Iperindo akan terus mempromosikan bisnis anggotanya melalui berbagai kegiatan pameran secara nasional maupun internasional, serta membuka jaringan global melalui pelibatan di ajang internasional sektor industri perkapalan. Bahkan, kini perusahaan anggota Iperindo terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya dan sekarang telah tercatat sebanyak 266 perusahaan.

Direktur Utama PT ASSI itu berharap ketersediaan/ kapasitan galangan kapal nasional bisa terus meningkat. Saat ini kapasitas docking space perusahaan anggota Iperindo sebanyak 36.000 unit kapal dan kemampuan pembangunan kapal baru sebanyak 900 unit kapal.

Adapun potensi proyek pembangunan kapal baru di Indonesia saat ini sebanyak 5.564 unit kapal, dengan rincian pembangunan kapal kebutuhan Kementerian, Lembaga dan BUMN termasuk rencana pembangunan 80 unit kapal Tanker PT Pertamina dalam beberapa tahun kedepan. Kemudian, pembangunan kapal Tunda dan Tongkang untuk angkutan pertambangan Minerba yang diperkirakan mencapai 800 set pertahun.

Selain itu, proyek pembangunan kapal-kapal ikan untuk mendukung kegiatan produksi perikanan tangkap sebanyak 3000-an unit dalam beberapa tahun kedepan. Serta peremajaan kapal niaga berbagai jenis ukuran yang usianya lebih dari 25 tahun yang mencapai 1.684 unit kapal. 

Sementara itu, Ketua Panitia Rakernas Iperindo, Hasbi Assidiq Syamsuddin mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin atau reguler yang dilaksanakan setiap tahunnya. “Ini adalah Rakernas ke 4 dimasa kepemimpinan Ibu Anita,” ujarnya. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Rakernas Iperindo 2025.

  • By admin
  • 10 Jan 2026
  • 14
  • INSA