• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

INSA Ajak Anggotanya untuk Memperhatikan Masalah Keselamatan Pelayaran

INSA Ajak Anggotanya untuk Memperhatikan Masalah Keselamatan Pelayaran

JAKARTA –Akhir-akhir ini, kecelakaan laut di Indonesia masih cukup tinggi. Hampir setiap pekan, kita selalu mendengar adanya kecelakaan kapal di wilayah perairan Indonesia.

Belum lama ini, KM Sinar Bangun  tenggelam di Danau Toba berikut seratusan penumpang yang belum ditemukan hingga sekarang. Yang terbaru adalah KM Lestari Maju yang mengalami kebocoran sehingga harus dikandaskan dan mengakibatkan korban meninggal.

Tingginya angka kecelakaan di laut tercermin dari jumlah kecelakaan transportasi pelayaran yang diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selama tahun 2017.

Selama tahun lalu, jumlah kecelakaan pelayaran yang diinvestigasi KNKT mencapai 38 kasus yang mencakup kapal tenggelam (6 kasus), kapal terbakar atau meledak (14 kasus), kapal tubrukan (6 kasus), kapal kandas (6 kasus) dan kecelakaan lainnya (6 kasus).

Jumlah kecelakaan pelayaran yang diinvestasi KNKT selama 2017 meningkat drastis dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai 18 kasus kecelakaan.

Mengingat tingginya angka kecelakaan di laut, INSA (Indonesian National Shipowners’ Association) meminta anggotanya untuk benar-benar memperhatikan masalah keselamatan pelayaran untuk melindungi jiwa, lingkungan dan aset perusahaan.

Sekretaris Umum INSA Lolok Sujatmiko mengatakan INSA mendorong anggotanya  mempersiapkan perlindungan asuransi yang tepat. 

Asuransi yang tepat akan membantu anggota INSA mengatasi konsekuensi yang muncul akibat terjadinya insiden yang tidak diinginkan seperti kerusakaan/ kehilangan aset perusahaan dan tanggung jawab kepada pihak ketiga.

Selain itu, pemilik perusahaan juga akan memperoleh manfaat dari para ahli yang dimiliki oleh perusahaan asuransi untuk menyelesaikan dan penangani klaim-klaim yang timbul.

 

  • By admin
  • 04 Jul 2018
  • 30
  • INSA