• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

INSA, INCO, Mitsui E & S & Gulf Oil Marine Gelar Seminar Sulphur

INSA, INCO, Mitsui E & S & Gulf Oil Marine Gelar Seminar Sulphur

JAKARTA—Indonesian National Shipowners’ Association (INSA)  bekerjasama dengan INCO, Gulf Oil Marine dan Mitsui E & S  mengadakan seminar dengan tema 2020 Sulphur Cap Fuels & Lubricants & Biofuel & Fuel Quality ISO 8217 di Pullman Jakarta Central Park, Rabu (26/6).

Tampil sebagai pembicara adalah Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto,  Pembicara dari Mitsui E & S Kenji Miyawaki, Pembicara dari Gulf Oil Marine Simon Lew &  Irwan Jaafar dan pembicara dari Tribocare Gowri Shankar.

Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto menyampaikan terima kasih kepada penyelengaraan seminar tersebut. Mungkin ini adalah seminar technical yang pertama di Indonesia yang sangat penting terutama menjelang tahun 2020 sehubungan dengan aturan IMO tentang kewajiban menggunakan BBM dengan kandungan Sulphur 0,5%. 

Tania Ho, Direktur PT INCO Global Nusantara mengatakan ini adalah seminar pertama di Indonesia yang merangkul semua pihak, baik pemilik kapal, produsen oli dan mesin-mesin kapal, serta para ahli di bidang perawatan mesin kapal.

Tania mengatakan, pertemuan tersebut untuk menjembatani berbagai persoalan yang muncul selama ini terkait penggunaan bahan bakar dan juga memberi pengetahuan kepada para pemilik kapal untuk menghadapi regulasi IMO terkait bahan bakar bersulfur rendah pada tahun 2020.

Gulf Oil Marine sebagai produsen oli dari Inggris dan sudah menguasai pasar dunia ikut mendukung para pemilik kapal di Indonesia untuk tahun 2020 nanti.

Simon Lew, Sales Director Gulf Oil Marine untuk kawasan Asia Pasifik, mengatakan, Gulf sudah masuk ke pasar Indonesia sejak tiga tahun lalu. Indonesia memiliki pasar yang potensial sehingga Gulf sejak tahun lalu mulai berani memproduksi oli di Indonesia yaitu di Cilegon Jawa Barat.

Untuk pasar Indonesia, sebelumnya Gulf membuat oli di Singapura lalu bekerjasama dengan PT INCO Global Nusantara sebagai distributor.

Saya meminta Gulf untuk bisa membuat oli di Indonesia untuk mempersingkat distribusi sehingga harganya terjangkau.  Impor oli dari Singapura sangat mahal sehingga harga jual oli tidak terangkau untuk industri kapal Indonesia," kata Tania.

Untuk tahun 2020, Gulf sudah mempersiapkan produk oli silinder dan piston dengan Total Base Number yang cocok untuk bahan bakar dengan kadar sulfur 0.5 persen. Penggunaan oli yang tepat tentunya akan mencegah kerusakan pada mesin-mesin kapal.

Mitsui produsen mesin-mesin kapal ikut mendukung perkapalan niaga Indonesia. Perusahaan dari Jepang tersebut sudah memproduksi mesin-mesin sejak tahun 1917 dan mulai memproduksi mesin-mesin kapal sejak 1928.

Managing Director Mitsui Engineering and Ship Building Asia, Tetsuo Sayama, mengatakan, Mitsui siap mendukung perubahan pada mesin-mesin perkapalan Indonesia dengan menyediakan mesin berkualitas tinggi.  (*)

  • By admin
  • 31 Jul 2019
  • 113
  • INSA