• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

BRIN dan Mitra Kaji Teknologi Produksi Kapal Mini LNG

BRIN dan Mitra Kaji Teknologi Produksi Kapal Mini LNG

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH)  melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), Selasa (30/5) di Kawasan Sains Said Djauharsjah Jenie Surabaya. FGD ini dilaksanakan dalam rangka mendukung “Kajian Teknologi Produksi Kapal Mini LNG untuk Peningkatan Daya Saing Galangan Kapal Nasional”. Turut hadir juga Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM), Haznan Abimanyu.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap tim riset beserta mitra yang sudah melaksanakan kegiatan riset di tahun pertama. "Saya berharap kegiatan FGD ini dapat berjalan lancar, diberikan kemudahan, dan bermanfaat bagi industri dan masyarakat luas. Tentunya kalangan riset di lingkungan BRIN," ujar Haznan dalam sambutannya.

Haznan menambahkan, apapun kendala yang dihadapi oleh tim riset diharapkan tidak menghalangi kinerja dan aktivitas riset.

Kepala PRTH, Widjo Kongko menuturkan bahwa FGD ini juga disertai dengan Monitoring Evaluasi (Monev) terhadap kegiatan riset yang telah dan akan dikerjakan sampai akhir Juni 2023. “Saya sangat berharap masukan dan koreksi dari berbagai pihak yang turut hadir sebagai bentuk evaluasi kegiatan riset ini," tutur Widjo dalam sambutannya.

Secara umum riset ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing galangan kapal nasional kelas menengah dalam membangun kapal secara efisien, khususnya pada pembangunan kapal Mini LNG. "Diharapkan riset ini dapat menghasilkan sebuah kajian teknologi proses produksi, kesiapan teknologi dan sistem manajemen mutu galangan kapal nasional, serta dilengkapi dengan strategi pembangunan kapal series yang berbasis pada metode PWBS," jelas Ketua Tim Riset, Buana Ma’ruf dalam paparannya.

PWBS yang dimaksud merupakan singkatan dari Product-Oriented Work Breakdown Structure yang berdasarkan pada desain dan spesifikasi teknis kapal Mini LNG. Keseluruhan kajian ini tetap berorientasi pada produktivitas dan daya saing galangan kapal nasional.

Buana menambahkan bahwa kegiatan riset ini tidak hanya melibatkan para mitra riset saja, namun juga mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Postdoc. Rencananya, riset ini akan terus berjalan hingga 3 tahun ke depan. Sudah tersedia peta jalan, target, dan sasaran kegiatan riset ini. "Jika dimungkinkan kami akan mendaftarkan HAKI/Paten untuk hasil kegiatan riset ini," katanya.

Seperti ditulis website BRIN, para mitra riset yang dimaksud dan turut hadir pada FGD ini antara lain IPERINDO, PT Terafulk Megantara Design, PT Industri Kapal Indonesia dan PT Orela Shipyard. Perwakilan PT IKI, Saddam Jahidin, memaparkan mengenai Quality Plan & Build Strategy Kapal Mini LNG di PT IKI. Saddam menjelaskan berbagai materi yang meliputi layout produksi, rencana dan sasaran mutu, serta strategi dan metode pembangunan kapal Mini LNG 36 TEUs.

Terdapat paparan dan diskusi juga terkait dengan 3 topik kajian production engineering yang menjadi fokus utama dari tim riset ini, yaitu kajian keyplan, spectec, block division, and build strategy; kajian teknologi dan teknologi produksi; dan kajian sistem manajemen mutu proses produksi. Masing-masing kajian dipaparkan oleh perwakilan anggota tim. Endah Suwarni menjelaskan mengenai kajian spectec, dan block division, Suwahyu menjelaskan mengenai kajian build strategy, dan Putri Virliani menjelaskan mengenai kajian sistem manajemen mutunya.

Kajian Spesifikasi Teknis dan Survey Kesiapan

Pada tahun pertama telah dilakukan kajian spesifikasi teknis Kapal Mini LNG, dan penyusunan dokumen production engineering, di antaranya Block Division, Quality Plan, Build Strategy, dan Block Erection Sequences. Semuanya sudah selesai 100 persen sesuai target, dan mendapatkan pengesahan dari para mitra riset melalui FGD. Namun demikian, pada tahun kedua dokumen-dokumen tersebut masih akan diperkaya dengan berbagai penjelasan teknis untuk menghindari masih adanya interpretasi dari pelaksana produksi di lapangan.

Dari hasil pembahasan keyplan kapal Mini LNG di Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Pusat 15 Mei lalu, terdapat revisi dalam notasi Kapal Mini LNG, yaitu penambahan notasi kapal Landing Craft; equipped for carriage for LNG Iso Tank Container; dan DG (dangerous)/muatan berbahaya. Di BKI Pusat juga telah dibahas mengenai Inspection and Test Plan (ITP) yang sebelumnya telah disiapkan tim dan dibahas bersama para mitra riset. ITP ini menjadi bagian dari dokumen acuan Quality Plan yang sebelumnya telah dibahas bersama para mitra riset pada FGD Maret 2023 lalu.

Mitra Riset dari BKI juga dalam paparan yang disampaikan oleh Saddam menjelaskan bahwa lingkup kegiatan studi kasus pembangunan kapal Mini LNG di PT IKI telah diselesaikan dengan baik sesuai acuan yang telah ditetapkan tim bersama mitra, di antaranya: Quality Plan, Building Layout and Facility, Build Strategy, dan Production Scheduling. Namun sebagian dari dokumen ini masih perlu lebih dilengkapi dengan penjelasan rinci untuk kemudahan produksinya.

Selama tahun pertama juga telah dilakukan survei kesiapan teknologi produksi dan kesiapan sistem mutu galangan kapal kelas menengah di dalam menerapkan metode produksi berbasis PWBS, mulai dari tahap engineering design, fabrication, sub-assembly, assembly, block erection, dan launching. Survey dilakukan pada ke empat galangan kapal nasional kelas menengah dan PT PAL Indonesia sebagai benchmarking.

Pada survei ini lebih fokus melihat potensi mereka di dalam mengintegrasikan pekerjaan lambung kapal dengan pekerjaan outfitting (perlengkapan kapal) sedini mungkin, sehingga delivery time semakin singkat, mutu semakin baik, dan biaya produksi semakin rendah. Jawaban galangan diverifikasi melalui survei lapangan dan diskusi teknis di galangan.

Ketua Perisetnya, Buana menjelaskan bahwa data yang diperoleh tersebut telah diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode teknometrik, di mana hasilnya menggambarkan tingkat kesiapan masing-masing galangan di dalam membangun kapal dengan metode blok dan modular berbasis PWBS. Saat ini hasil-hasil riset ini sedang disusun dalam bentuk karya tulis ilmiah (KTI) untuk dapat dimuat pada jurnal ilmiah bereputasi global, sehingga dapat menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti dan praktisi. (www.brin.go.id/sao/ed:frw, drs)

 

  • By admin
  • 08 Jun 2023
  • 292
  • INSA