• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

Awak Tugboat Mabuk Habisi Nyawa Chief Officer di Pelabuhan Tanjung Sengkuang

Awak Tugboat Mabuk Habisi Nyawa Chief Officer di Pelabuhan Tanjung Sengkuang

Jakarta—Seorang awak tugboat,  yang sedang berada di Pelabuhan  Tanjung Sengkuang, Kota Batam,  Provinsi Kepulauan Riau dikabarkan  tewas ditikam rekannya sendiri,  Sabtu (1/8/2020) dini hari.

Dilansir Batamnews dari  ritmee.co.id, korban tewas  disebutkan bernama Erwin Darlis  (33). Pria itu merupakan Chief  Officer Kapal Tugboat dengan nama  lambung TB ASL Pelican. Informasi  tersebut mengatakan, korban  seorang pelaut asal Kombong, Desa  Kurrusumanga, Kecamatan Belopa,  Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Erwin ditikam oleh sesama Anak  Buah Kapal (ABK) di tugboat itu.  Pelakunya FP asal Toraja.

Tersangka merupakan 2nd engineer di kapal tersebut Informasi yang  dihimpun menyebutkan, pada  dinihari pelaku bersama sejumlah  rekannya baru pulang minum- minum.

Dalam keadaan mabuk, kemudian pulang ke kapalnya. Saat tiba di  kapal, korban mengingatkan kepada  pelaku agar tidak pulang larut malam. Teguran tersebut tak  diterima dengan baik oleh pelaku.

"Pelaku tiba-tiba mengambil badik  dan mengejar korban. Saat  mendapati korban, pelaku langsung  menghujamkan badiknya hingga 9  kali. Akibat luka serius yang diderita,  korban akhirnya meninggal dunia,"  ujar seorang sumber. Tak berapa  lama, pelaku langsung diamankan  petugas kepolisian dan diamankan  oleh Polsek Batu Ampar.

Polisi menetapkan kasus  pembunuhan di atas sebuah kapal  tugboat yang labuh di Pelabuhan  Tanjungsengkuang. Patanduk  Tendengan (30), 2nd officer di  tugboat dijadikan sebagai tersangka.Kapolsek Batu Ampar, AKP Nandar  Madya Tyas mengatakan, kejadian  di atas main deck lambung kanan  tugboat. Kapal itu merapat di  Pelabuhan Tanjung Sengkuang di  depan kawasan PT. WWE.

Sedangkan Pasal yang disangkakan  Pasal 340 Jo Pasal 338 , Pasal 351  ayat 3 KUHP pidana dengan  ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau  penjara selama lamanya 20  Tahun.

Atas peristiwa tersebut, Sekretaris  Umum Indonesian National  Shipowners’ Association Teddy  Yusaldi mengatakan diperlukan  kebijakan-kebijakan di atas kapal  untuk mengurangi tekanan  terhadap pelaut, termasuk  mengawasi secara ketat minuman  beralkohol.

Profesi pelaut, katanya,  memerlukan kondisi fisik dan  mental yang kuat karena sering  dihadapkan dengan keadaan dan  situasi yang tidak terduga  sehingga hal ini harus Keadaan tidak terduga tersebut  bisa menyebabkan pelaut  mengalami beban pikiran bahkan  mengalami stres. Oleh karena itu,  diperlukan skil dalam mengelola  stres di atas kapal seperti mencari  hiburan, rutin berolah raga dan  istirahat yang cukup. menjadi  perhatian Bersama, baik pemilik  kapal maupun pelaut.

  • By admin
  • 02 Sep 2020
  • 99
  • INSA